Cermin yang tidak hanya menunjukkan wajah cantik pariwisata dan seni tari, tetapi juga kerutan keprihatinan akibat kemiskinan dan diskriminasi. Dari cermin itulah, kita akhirnya bisa berkata: "Kita tahu kelemahan kita, kita merayakan kekuatan kita, dan kita bergerak maju bersama."
Masyarakat Indonesia dikenal ramah dan "nrimo" (ikhlas). Namun di balik senyum itu, tekanan sosial sangat tinggi. Stigma terhadap gangguan jiwa masih kuat; orang yang depresi sering dianggap "kurang dekat dengan Tuhan" atau "kerasukan".