Uğursuz Gecə

Məhsul kodu: 9759

  • 8.9 AZN


Müəllif
Elxan Elatlı
Kateqoriya
Proza , Detektiv , Çağdaş Azərbaycan Ədəbiyyatı
Nəşriyyat
Teas Press
Səhifə
332
Tərcümə
Təmin edilmə
1-3 İş günü
Stock
73

"Terjemah Kitab Qutul Qulub" is a book that has gained significant attention in recent times. The book is a translation of "Kitab Qutul Qulub", which is a renowned Islamic literary work. In this report, we will explore the book's content, significance, and availability in PDF format.

| | Penerjemah | Keunggulan | Edisi Terbaru | | :--- | :--- | :--- | :--- | | Pustaka Hidayah | Dr. A. Zainal Abidin | Bahasa Indonesia baku, syarah singkat, teks Arab tercantum | Ya (2022) | | Pustaka Al-Mubarok | Tim Ma'had Aly | Makna pesantren (jawa/indonesia per kata) + arti kalimat | Ya (2021) | | Darul Ulum Press | KH. M. Ma'sum | Terjemahan bebas dengan penjelasan kontekstual | Tidak (cetak ulang edisi 2009) |

Judul kitab ini, Qutul Qulub , secara bahasa berarti "Makanan (Sagu) Hati". Mengapa demikian? Karena hati (qalbu) dalam pandangan Islam memiliki kebutuhan yang berbeda dengan jasmani. Jika jasmani membutuhkan makanan fisik untuk bertahan hidup, maka qalbu membutuhkan "makanan" berupa ilmu, dzikir, dan amalan untuk tetap hidup dan bercahaya.

Terjemah — Kitab Qutul Qulub Pdf Upd ~upd~

"Terjemah Kitab Qutul Qulub" is a book that has gained significant attention in recent times. The book is a translation of "Kitab Qutul Qulub", which is a renowned Islamic literary work. In this report, we will explore the book's content, significance, and availability in PDF format.

| | Penerjemah | Keunggulan | Edisi Terbaru | | :--- | :--- | :--- | :--- | | Pustaka Hidayah | Dr. A. Zainal Abidin | Bahasa Indonesia baku, syarah singkat, teks Arab tercantum | Ya (2022) | | Pustaka Al-Mubarok | Tim Ma'had Aly | Makna pesantren (jawa/indonesia per kata) + arti kalimat | Ya (2021) | | Darul Ulum Press | KH. M. Ma'sum | Terjemahan bebas dengan penjelasan kontekstual | Tidak (cetak ulang edisi 2009) |

Judul kitab ini, Qutul Qulub , secara bahasa berarti "Makanan (Sagu) Hati". Mengapa demikian? Karena hati (qalbu) dalam pandangan Islam memiliki kebutuhan yang berbeda dengan jasmani. Jika jasmani membutuhkan makanan fisik untuk bertahan hidup, maka qalbu membutuhkan "makanan" berupa ilmu, dzikir, dan amalan untuk tetap hidup dan bercahaya.